Selasa, 23 Desember 2025

Menuju kesejahteraan yang berkeadilan

TIRAN, KOMUNITAS, DAN KEADILAN

Jika kita mendengar kata tiran yang berarti klausal dari kata tirani yang di jabarkan menjadi hati nurani kita akan menyadari bahwa sebenarnya tiran itu berada di dalam yang dikeluarkan keluar melalui berbagai macam tentulah kita dapat menarik napas perlahan dan mengeluarkannya secara perlahun pula, sebenarnya kita sedang mencari dan merasakan hati nurani kita sendiri atau tirani atau tiran itu secara kontras dan konstan. Apakah sebanarnya tiran itu dalam menjalani nilai dan norma yang telah ada sebelum hati dapat merasakan tiran itu sendiri ? Diri ada karena tubuh, tubuh ada karena badan, badan ada karena roh, roh ada karena nafas, nafas ada karena insan, insan ada karena ada organ, organ ada karena hati dan hati ada karena rasa, nah bagaimana dengan tiran, sebenarnya tiran itu sudah mencakup semua jika apa yang telah dijelaskan di atas tidak memiliki tiran, tentulah semua sia-sia, namun jika tiran adalah pertama-tama sebelum semua ada itu lebih dari cukup untuk mewakili hidup atau kehidupan. Dimana ada norma disitu ada tiran, Dimana ada hukum disitu ada tiran, lalu apa hubungan dengan komunitas, semua komunitas memiliki aturan, memiliki norma yang harus di jalankan oleh setiap anggota komunitas itu sendiri tanpa terkecuali baik atau buruk sebuah aturan, ataupun norma itu sendiri tentulah dapat dilihat dari apa yang ditungkan oleh komunitas itu sendiri. Setiap aturan, setiap norma memerlukan pula sebuah dasar untuk dapat berdiri dan berjalan apakah dasarnya, dasarnya yaitu norma agama, jika baik agama seseorang tentulah dia  akan baik, namun jika kurang baik agama seseorang tentulah itu hanya akan dirasa kurang baik pula. Lalu bagaimana jika yang baik di campur dengan yang kurang baik saya piker itu akan menjadi kurang baik pula, jadi hati-hati di dalam menjalankan kewajiban bagi setiap insan manusia, jadilah insan yang baik dan kebaikan akan menemukan insan itu sendiri. Jikalau insan yang baik menemukan kebaikan sebenarnya dia telah menemukan yang Namanya pintu gerbang keadilan.

Sumber gambar :

https://retizen.republika.co.id/posts/194262/hak-dan-kewajiban-warga-negara


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kurikulum yang Mendidik sebagai Pedoman atas Hak Memperoleh Keadilan, Kemerdekaannya, dan Tut Wuri Handayani

MEMPERJUANGKAN KEMBALI HAK-HAK SESEORANG DAN KEMERDEKAANNYA Bahwa tidak ada suatu hukuman pidana yang dapat menimbulkan kematian hak kep...