Sabtu, 03 Januari 2026

Peradaban yang hak dengan akhlak, adab, norma, tutur, kata, etika, estetika dan insan yang fitra& fitri.

 KONFLIK DAN EKSISTENSI

Pada dasarnya segala sesuatu baik yang ada di darat, di laut, dan di udara adalah baik semata-mata adalah memiliki asas kemanfaatan bagi kehidupan, lalu cakupannya dalam kepentingan pribadi, ataupun kelompok, dan golongan tertentu yang dapat menimbulkan konfik melalui setiap ketidakpastian yang seolah olah hendak menguasainya secara sewenang-wenang. Rasa ketidak tenangan, dan rasa was-was yang terus membayangi memberikan kerugian tersendiri sekaligus faidahnya secara akhlak, adab, tutur, kata, dan etika yang dapat menimbulkan keburukan bagi siapapun dan terhadap apapun yang sebenarnya sudah lebih dari dari cukup dari doktrin dan teori filosofis yang buruk. Begitu juga sebaliknya sebuah teori yang baik menjadikannya filosofis yang dapat menghadirkan ketenangan dan kebaikan terhadap siapa saja dan apapun jua, lebih dari cukup dari doktrin yang menyesatkan kecuali atas dasar keberadaan dirinya yang terancam siapapun akan membela diri dengan sebaik-baiknya. Konfik dapat menimbulkan ketidak pastian apapun, dan kekacauan apapun bahkan hal-hal yang buruk lainnya. Eksistensi positif adalah solusi untuk mengangkat standar melawannya.

 

Sumber gambar :

https://www.depokpos.com/2023/08/mengatasi-konflik-dengan-perundingan-dan-negoisasi/

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kurikulum yang Mendidik sebagai Pedoman atas Hak Memperoleh Keadilan, Kemerdekaannya, dan Tut Wuri Handayani

MEMPERJUANGKAN KEMBALI HAK-HAK SESEORANG DAN KEMERDEKAANNYA Bahwa tidak ada suatu hukuman pidana yang dapat menimbulkan kematian hak kep...